Comeback Gemilang! Bungkam Tainan City 3-1, Borneo FC Segel Tiket Perempat Final AFC Challenge League
SAMARINDA, - Borneo FC Samarinda sukses mengamankan tiket ke babak perempat final AFC Challenge League 2026/2027 setelah meraih kemenangan meyakinkan atas wakil Taiwan, Tainan City FC.
Bermain di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (21/10/2026) malam, tim berjuluk Pesut Etam itu sempat tertinggal lebih dulu sebelum menutup laga lanjutan Grup D tersebut dengan skor akhir 3-1.
Kemenangan impresif ini lahir berkat gol-gol yang dicetak oleh Juan Villa, Kablan N'Goma, dan Amar Rayhan Brkic, yang sekaligus memastikan langkah wakil Indonesia tersebut lolos dari fase grup sesuai target awal.
Pelatih kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, tak dapat menyembunyikan rasa puasnya seusai pertandingan. Ia memuji mentalitas bertanding anak asuhnya yang mampu bangkit dari situasi sulit setelah kebobolan di babak pertama.
"Pertama-tama, selamat malam. Perasaan pertama kami adalah kami mendapatkan apa yang kami inginkan, yaitu lolos ke perempat final, dan ini adalah target kami," ujar Mauro dalam konferensi pers pascalaga, Rabu (21/10/2026).
Pelajaran dari Pertandingan
Mauro menegaskan, dirinya sejak awal telah mewanti-wanti para pemainnya agar tidak memandang sebelah mata kekuatan lawan. Menurutnya, di kancah Asia, setiap tim pasti memiliki ambisi besar dan potensi untuk memberikan kejutan.
"Tentu saja, saya selalu mengatakan kepada para pemain bahwa dalam sepak bola tidak ada pertandingan yang mudah. Kami harus menghormati lawan karena kami tahu mereka juga memiliki ambisi," ucap pelatih asal Portugal tersebut.
"Kami sudah tahu sejak awal bahwa ini tidak akan menjadi laga yang mudah," imbuhnya.
Menanggapi gol cepat yang dicetak Tainan City di babak pertama, Mauro mengibaratkan situasi tersebut layaknya dinamika kehidupan nyata. Pukulan telak, kata dia, bukanlah akhir, melainkan ujian untuk menunjukkan kapasitas bangkit.
"Saya menyampaikan kepada para pemain bahwa terkadang hidup itu seperti sepak bola. Terkadang Anda bisa terpukul keras, tetapi yang terpenting adalah bangkit kembali dan tidak menyerah," tuturnya.
Ia mengakui, gol kejutan dari tim tamu sempat membuat ritme permainan Borneo FC goyah sejenak. Kendati demikian, para pemain berhasil menjaga ketenangan mental dan konsisten menjalankan taktik yang telah dirancang.
Pesut Etam sejatinya mendominasi jalannya laga dan menciptakan gelombang peluang di paruh pertama, meski penyelesaian akhir belum berbuah manis sebelum turun minum.
"Hal itu sempat menggoyahkan kami sedikit, tetapi kami tidak menyerah. Kami tetap tenang, melanjutkan rencana permainan, dan terus menyerang," jelas Mauro.
"Kami menciptakan banyak peluang di babak pertama dan seharusnya bisa menyamakan kedudukan sebelum jeda. Namun, itulah sepak bola, kami belum berhasil saat itu," sambungnya.
Transformasi di Babak Kedua
Memasuki interval kedua, perubahan pendekatan taktik dan ketenangan emosional menjadi kunci keberhasilan Borneo FC. Mauro menilai anak asuhnya tampil lebih jernih dalam mengambil keputusan di atas lapangan hijau.
Tekanan masif yang dilancarkan secara konsisten akhirnya membuahkan hasil manis lewat tiga gol balasan yang membalikkan kedudukan secara dramatis.
"Di babak kedua, semua pemain lebih tenang dan berpikir secara rasional tentang apa yang perlu dilakukan untuk mengubah hasil. Para pemain tampil fantastis," puji Mauro.
Ia pun mendedikasikan apresiasi tertinggi kepada seluruh skuad Borneo FC yang dinilai sukses mempertahankan fokus tinggi di bawah tekanan ketertinggalan skor.
"Seluruh pujian dan kredit pantas diberikan kepada mereka karena mampu menjaga ketenangan, terus menyerang, dan kami tahu gol akan datang cepat atau lambat," katanya.
"Pada akhirnya, saya pikir kami layak mendapatkan kemenangan ini," pungkasnya.
