Berita Update

(Terbaru)
Bupati (Wabup) Mahulu, Suhuk bersama Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, mendorong pelajar mengambil peran dalam membangun budaya keselamatan lalu lintas. Upaya tersebut dilakukan melalui pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tingkat Kabupaten Mahakam Ulu yang digelar di Kantor Bupati Mahulu, Kamis, 30 Juli 2026.

Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk membacakan sambutan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Balcony Lantai III Kantor Bupati tersebut.

Dalam sambutannya, Angela mengatakan keselamatan lalu lintas bukan sekadar persoalan kepatuhan terhadap aturan berkendara. Menurut dia, keselamatan berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan masa depan masyarakat.

"Keselamatan berlalu lintas bukan perkara kecil karena menyangkut nyawa, masa depan, dan martabat sebuah daerah dalam menata kehidupan," demikian isi sambutan Bupati yang dibacakan Suhuk.

Mahakam Ulu merupakan salah satu kabupaten termuda di Kalimantan Timur. Kondisi geografis daerah tersebut juga menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan transportasi.

Pemerintah daerah terus membangun dan meningkatkan akses jalan, sementara mobilitas masyarakat berkembang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap kesadaran keselamatan berlalu lintas ikut meningkat.

Angela mengatakan situasi tersebut membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungannya.

Mahulu, kata dia, memiliki medan yang cukup menantang. Ruas jalan masih terus dibangun dan mobilitas masyarakat terus bertumbuh. Karena itu, pembentukan budaya keselamatan perlu dilakukan sejak usia sekolah.

"Itulah sebabnya pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas ini memiliki makna yang jauh lebih besar dan juga investasi jangka panjang bagi keselamatan bersama," ujarnya dalam sambutan tersebut.

Pemilihan pelajar pelopor tidak hanya diarahkan untuk mencari peserta didik yang memahami keselamatan lalu lintas. Pemerintah berharap mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa pesan keselamatan ke lingkungan terdekat.

Angela meminta para pelajar yang terpilih nantinya tidak berhenti pada status sebagai pelopor. Mereka diharapkan mampu menerapkan perilaku tertib berlalu lintas dan memengaruhi orang-orang di sekitarnya.

Menurut dia, lingkungan pertama yang dapat diberikan edukasi adalah keluarga, kemudian teman sebaya, teman bermain, hingga masyarakat di sekitar sekolah dan tempat tinggal.

Pelajar juga diminta menanamkan pemahaman bahwa mematuhi aturan lalu lintas bukan semata-mata kewajiban terhadap pemerintah atau aparat penegak hukum. Kesadaran tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

"Bupati berpesan agar benar-benar menjadi agen perubahan dan teladan dalam budaya tertib berlalu lintas, serta mampu menginspirasi lingkungan terdekat mulai dari keluarga, teman sebaya, teman bermain, hingga masyarakat di sekitar sekolah maupun tempat tinggal," kata Suhuk saat membacakan arahan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu juga meminta Dinas Perhubungan memperkuat koordinasi dengan instansi lain. Keselamatan lalu lintas dinilai tidak dapat dibebankan hanya kepada satu organisasi perangkat daerah.

Kolaborasi diperlukan antara pemerintah daerah, kepolisian, sekolah, dan masyarakat. Setiap unsur memiliki peran berbeda, mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur, penegakan hukum, pendidikan keselamatan, hingga perubahan perilaku pengguna jalan.

Angela meminta Dinas Perhubungan Mahulu memperkuat sinergi lintas sektor secara berkelanjutan. Salah satu fokusnya ialah pembenahan infrastruktur pada titik-titik yang rawan kecelakaan.

Selain itu, edukasi keselamatan lalu lintas diminta diperluas ke satuan pendidikan. Sosialisasi tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan tertib berlalu lintas sejak usia dini.

"Keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, Polri, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat," ujar Suhuk.

Persoalan infrastruktur menjadi penting dalam konteks Mahakam Ulu. Daerah dengan wilayah yang luas dan kondisi geografis menantang membutuhkan akses transportasi yang aman seiring pembangunan jalan dan meningkatnya mobilitas penduduk.

Pemerintah tidak hanya dituntut membangun konektivitas, tetapi juga memastikan aspek keselamatan menjadi bagian dari pembangunan tersebut. Jalan yang semakin terbuka dapat meningkatkan mobilitas, namun tanpa perilaku berkendara yang aman dan infrastruktur yang memadai, peningkatan mobilitas juga dapat membawa risiko kecelakaan.

Karena itu, edukasi kepada pelajar diposisikan sebagai investasi jangka panjang. Generasi muda yang terbiasa memahami keselamatan lalu lintas sejak sekolah diharapkan membawa kebiasaan tersebut hingga dewasa.

Selain memberikan arahan kepada pelajar dan Dinas Perhubungan, Bupati Mahulu juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Satuan Lalu Lintas Polres Mahakam Ulu.

Menurut Angela, kepolisian memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di daerah.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap kerja sama yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan kepolisian terus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan agar berbagai program keselamatan lalu lintas dapat berjalan lebih optimal.

"Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik," ujar Suhuk.

Kegiatan pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tingkat Kabupaten Mahakam Ulu tersebut diikuti pelajar, termasuk dari SMAN 1 Long Bagun. Kegiatan juga melibatkan sejumlah unsur pemerintah dan kepolisian.

Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Dinas Perhubungan Mahulu Ferry Anwar Marpaung, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu Samson Batang, narasumber dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Mohammad Rayani, perwakilan Satuan Lalu Lintas Polres Mahakam Ulu, serta jajaran pejabat administrator, pengawas dan fungsional Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya menempatkan pelajar bukan hanya sebagai objek edukasi keselamatan lalu lintas, melainkan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di masyarakat.

Di tengah pembangunan jalan dan pertumbuhan mobilitas di Mahakam Ulu, perubahan perilaku pengguna jalan menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting. Infrastruktur dapat terus dibangun, tetapi keselamatan tetap bergantung pada bagaimana jalan tersebut digunakan.

Pelajar pelopor diharapkan menjadi salah satu penggerak perubahan itu, dimulai dari lingkungan paling dekat. Sebab, budaya tertib berlalu lintas tidak lahir dari rambu dan aturan semata, tetapi dari kebiasaan masyarakat untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain. (ADV)