Berita Update

(Terbaru)
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti

Samarinda — Dorongan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memasukkan pendidikan lingkungan ke dalam materi pembelajaran mendapat tanggapan serius dari DPRD Kalimantan Timur. Komisi IV menilai kebijakan tersebut bukan hanya relevan, tetapi juga mendesak untuk diterapkan melihat kondisi ekologis Indonesia yang semakin rentan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, mengatakan bahwa situasi bencana hidrometeorologi yang terus berulang, pencemaran lingkungan yang meningkat, hingga perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap keberlanjutan, menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan harus menjadi fondasi dalam pembentukan karakter siswa sejak dini.

“Kita menyaksikan bagaimana bencana besar di berbagai daerah, termasuk di Sumatera, menjadi alarm keras bahwa kesadaran menjaga alam masih sangat minim. Karena itu, pendidikan etika lingkungan sangat tepat untuk segera diterapkan,” ujarnya, Kamis (11/12/25).

Menurut Damayanti, penguatan materi lingkungan hidup tidak seharusnya dipandang sebagai mata pelajaran tambahan. Melainkan harus terintegrasi ke dalam seluruh proses pembelajaran mulai dari nilai, perilaku, hingga praktik sehari-hari di sekolah.

Ia menerangkan, pembelajaran yang ideal bukan hanya memberikan teori, tetapi mampu menghubungkan siswa dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar mereka. Misalnya melalui pemahaman Daerah Aliran Sungai (DAS), peran hutan, hingga tata kelola sumber daya alam di daerah masing-masing.

“Pendidikan seharusnya mampu mengajak siswa melihat persoalan ekologis yang benar-benar terjadi di sekitar mereka, bukan sebatas slogan atau hafalan,” tambahnya.

Damayanti juga menegaskan bahwa gagasan Presiden perlu diikuti langkah-langkah teknis. Mulai dari penyesuaian kurikulum, peningkatan kapasitas guru, hingga penyediaan kegiatan sekolah yang menanamkan nilai ekologis secara konsisten.

Baginya, pembentukan karakter peduli lingkungan harus menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar agenda seremonial atau program musiman.

“Jika diterapkan secara terstruktur, generasi Kaltim akan tumbuh dengan kesadaran ekologis yang kuat dan mampu menghadapi tantangan lingkungan di masa depan,” pungkasnya. (ADV/DPRD KALTIM)

Penulis: Diba/Garispena.co