Obati Kerinduan Warga Samarinda, Pawai Kemerdekaan Di Bayur Tampilkan Satwa Unik Hingga Pembagian Hasil Kebun Lapas
Pemerintah Kota Samarinda diketahui meniadakan Pawai Pembangunan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tahun 2026 demi efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Kendati pawai tingkat kota ditiadakan, antusiasme masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan tidak surut. Warga Kelurahan Bayur, Kecamatan Samarinda Utara, berinisiatif menggelar pawai kemerdekaan secara mandiri. Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di kawasan Bayur ini sukses menghibur ratusan warga setempat.
Pawai lintas elemen ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda, pengelola destinasi wisata Rumah Ulin Arya, jajaran Rukun Tetangga (RT), serta masyarakat sekitar.
Edukasi Antinarkoba dan Aksi Sosial Lapas
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, menyampaikan bahwa keterlibatan jajarannya dalam pawai ini merupakan wujud pengabdian dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini Lapas dapat terlibat dalam pawai kemerdekaan bersama masyarakat lingkungan sekitar. Sesuai dengan amanah Pak Dirjen Pemasyarakatan, keberadaan Lapas harus bermanfaat bagi masyarakat. Kami mengimplementasikannya agar seluruh jajaran bisa bersosialisasi dan memberikan dampak positif," ujar Puang Dirham.
Dalam pawai tersebut, Lapas Narkotika mengerahkan sebanyak 100 personel dari total 251 peserta pawai. Selain membawa spanduk imbauan bahaya narkoba dan ajakan menghindari hukuman pidana, Lapas Narkotika Samarinda juga melakukan aksi sosial yang menarik perhatian warga.
Para petugas membagikan aneka sayur-mayur segar hasil panen warga binaan dari kebun Lapas kepada lansia dan warga yang menyaksikan di sepanjang rute perjalanan.
Satwa Unik Jadi Daya Tarik Utama
Pawai semakin semarak dengan hadirnya beragam satwa unik yang diboyong oleh pihak pengelola Rumah Ulin Arya. Keterlibatan satwa ini menjadi magnet tersendiri bagi anak-anak dan warga yang ingin berinteraksi langsung.
Pengelola Rumah Ulin Arya, Sheila Achmad, menjelaskan bahwa keikutsertaan satwa dalam pawai bertujuan untuk menghibur warga Bayur secara inklusif.
"Kami menamai kegiatan ini Pawai Kemerdekaan Desa Bayur karena fokusnya memang menghibur warga Bayur. Mungkin tidak semuanya pernah masuk ke Rumah Ulin Arya, jadi satwanya yang kami bawa keluar. Ada kuda yang dihias dengan kostum pejuang Jenderal Soedirman dan Bung Karno, berbagai jenis burung kakatua (parrot) dari Brazil dan Indonesia, burung merak, burung enggang, hingga ular sanca kuning," kata Sheila.
Ia menambahkan, parade ini mengambil titik start dari Lapas Narkotika Samarinda dan berakhir (finish) di kawasan wisata Rumah Ulin Arya.
Rangkaian dan Peserta Pawai
Pawai Kemerdekaan di Bayur diikuti oleh 251 peserta yang berasal dari berbagai unsur, antara lain:
Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda (100 personel)
Siswa Drum Band / Marching Band SD
Perguruan Pencak Silat
Kelompok Seni Reog
Warga RT 16 dan elemen masyarakat Bayur
Karyawan dan Tim Satwa Rumah Ulin Arya
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, masyarakat Bayur tetap dapat merasakan kemeriahan pesta kemerdekaan dengan semarak, aman, dan penuh nilai kebersamaan meskipun tanpa gelaran pawai resmi di tingkat kota.
(Muhammad Yusuf)
