Berita Update

(Terbaru)
Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan bersama anak-anak PAUD dalam kegiatan Hari Anak Nasional

Mahulu - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat perlindungan anak dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kabupaten Mahulu yang digelar di Lamin Adat Ujoh Bilang, Kamis, 23 Juli 2026.

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan." Tema tersebut menegaskan pentingnya pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini, mulai dari hak memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

Dalam amanatnya, Angela menekankan bahwa masa depan daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas generasi muda yang sedang tumbuh saat ini. Karena itu, pembentukan karakter anak dinilai perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Ia mengajak anak-anak di Mahulu untuk membangun masa depan melalui perilaku positif, seperti rajin belajar dan berdoa, menghormati guru serta orang tua, menjaga kesehatan, berkata jujur, dan menjalin pertemanan yang sehat tanpa saling mengejek ataupun menyakiti.

Pesan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong tumbuhnya lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Dalam berbagai kajian perlindungan anak, lingkungan yang mendukung perkembangan psikologis anak menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, serta prestasi akademik.

Angela juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda. Karena itu, anak-anak diminta untuk tidak merasa rendah diri maupun meremehkan orang lain. Sebaliknya, mereka didorong untuk saling menghargai, mendukung, dan memberikan semangat satu sama lain.

Di hadapan peserta upacara, ia turut menekankan pentingnya keberanian anak untuk berbicara apabila menghadapi masalah atau situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.

"Jika anak-anak merasa takut, sedih, atau tidak nyaman, jangan dipendam sendiri. Ceritakanlah kepada Ayah, Bunda, atau guru agar kalian mendapat pertolongan dan perlindungan," pesan Bupati.

Pernyataan tersebut mencerminkan perhatian terhadap aspek perlindungan anak yang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional. Dalam beberapa tahun terakhir, isu kekerasan terhadap anak, perundungan, hingga tekanan psikologis di lingkungan pendidikan menjadi perhatian pemerintah di berbagai daerah.

Karena itu, Angela menilai keterlibatan keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak mendapatkan ruang yang aman untuk menyampaikan perasaan maupun persoalan yang mereka hadapi.

Selain menyampaikan pesan kepada anak-anak, Angela juga mengajak para guru, orang tua, serta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan bagi anak. Menurut dia, suara anak perlu didengarkan dan proses tumbuh kembang mereka harus didampingi dengan penuh kasih sayang.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional yang setiap tahun diperingati sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan terhadap pemenuhan hak anak. Pemerintah pusat selama ini menempatkan isu perlindungan anak sebagai salah satu agenda pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui penguatan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Usai kegiatan upacara, Angela yang juga menjabat sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Mahulu menegaskan komitmennya untuk mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.

Perhatian khusus diberikan terhadap kebutuhan sarana pendidikan yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Salah satu persoalan yang disorot adalah kebutuhan lahan dan fasilitas yang lebih memadai bagi TK Negeri Pembina.

Menurut Angela, keberadaan fasilitas pendidikan yang representatif sangat penting untuk mendukung proses belajar anak-anak usia dini. Pada fase tersebut, lingkungan belajar tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kemampuan sosial, kreativitas, dan karakter anak.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu mencari lahan karena saya ingin sekali TK Pembina mendapatkan tempat yang representatif dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan bermain," ungkapnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa penguatan pendidikan anak usia dini menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Pendidikan pada usia dini selama ini dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Berbagai penelitian pendidikan menunjukkan bahwa anak yang memperoleh layanan PAUD berkualitas memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal, baik dari sisi kemampuan kognitif, sosial, maupun emosional. Karena itu, penyediaan fasilitas yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

Peringatan Hari Anak Nasional di Mahulu juga dirangkaikan dengan pembukaan Perlombaan Tingkat PAUD Kecamatan Long Bagun. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan minat, bakat, dan kreativitas mereka.

Sejumlah perlombaan digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut, antara lain fashion show, menyanyi solo dan grup, tari solo dan beregu, serta lomba mewarnai. Beragam kegiatan itu diikuti anak-anak PAUD dengan didampingi guru dan orang tua.

Bagi pemerintah daerah, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melatih kepercayaan diri anak sejak usia dini. Melalui kesempatan tampil di depan umum, anak-anak belajar berinteraksi, berkomunikasi, dan menunjukkan kemampuan yang mereka miliki.

Angela mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti perlombaan. Menurut dia, keberanian anak-anak untuk tampil di depan banyak orang merupakan pencapaian yang patut dihargai.

Ia menilai proses persiapan yang dilakukan anak-anak sebelum mengikuti lomba juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Melalui pengalaman tersebut, mereka belajar mengenai disiplin, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan.

"Menang dan kalah sudah biasa, tetapi kita harus mengapresiasi keberanian mereka untuk tampil di depan umum," pungkas Bupati.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Mahulu berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Mahulu Stephanus Madang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samson Batang, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Yohanes Andy Abeh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Surianto, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Mahulu lainnya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, Pemerintah Kabupaten Mahulu menegaskan kembali komitmennya untuk menempatkan anak sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Selain mendorong pemenuhan hak-hak anak, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat dukungan terhadap pendidikan usia dini, perlindungan anak, serta penciptaan lingkungan yang lebih ramah bagi generasi penerus di wilayah perbatasan Kalimantan Timur tersebut. (ADV)